Masa Kecil, Masa Lupa?

Berawal dari pertanyaaan seorang sarjana muda. Kenapa ya kita bisa lupa? Kenapa kita bisa lupa tentang apa saja sewaktu kita masih kecil. Hanya satu dua kejadian saja yang kadang terlintas. Apalagi saat bayi, jelas gak ingat blas. Dimana letak memori itu? Apakah di otak. Dan memori kecil kita seolah terkubur dalam-dalam sehingga kita tidak bisa ingat.

Adapun saat kita meniatkan menyimpan memori pelajaran dari sekolah, kita memang bisa ingat namun hanya dalam kurun waktu beberapa tahun saja. Begitu pula saat kuliah atau bekerja, kita isi otak kita dengan memori-memori baru, dan kita ingat namun dijamin tidaklah lama.

Berbeda saat file-file ingatan ditanamkan saat kita kecil. Walaupun kita tidak ingat, namun efeknya adalah sebuah rasa yang tertinggal dan terbawa menjadi karakter seumur hidup.

Mungkin ini yang dinamakan ingatan bawah sadar. Saat masih kecil, otak dan hati kita dengan polosnya menerima semua input dari lingkungan. Rasa senang, rasa sedih, rasa marah, rasa haru, rasa hormat, rasa takut, rasa heroik, masuk ke alam bawah sadar, dan tersimpan melekat kuat dalam diri anak dan kelak menjadi pembentuk karakter anak itu setelah dewasa.

Sementara itu setelah menjelang dewasa, kopolosan anak sudah mulai tidak polos. Porsi rasa pada hati mulai berkurang namun masih dominan. di fase ini lah kita masih bisa mengingat kejadian lampau. Kemudian saat dewasa, orang-orang mengutamakan logika dan akalnya untuk mengingat, berfikir, dan bertindak. Oleh karenanya rekaman tersebut kadang kala tidak masuk ke alam bawah sadar, hanya terdapat pada permukaan ingatan. Artinya ingatan-ingatan tsb akan diingat kuat pada beberapa tahun pertama saja selebihnya, lupa.

Yang tidak terlupakan namun kita lupa adalah justru yang kita alami saat kita masih kecil, dididik oleh ibu bapak kita. Disitu lah ditanamkan benih2 kebaikan, kesopanan, rasa sayang, rasa mensyukuri, rasa empati, penghormatan, bahkan cara pengambilan keputusan, Hal2 positif tersebut yang kita lupa secara ingatan, namun tubuh kita, hati kita, rasa kita, DNA kita, bahkan mungkin ruh kita bekerja berdasarkan itu. Inilah alam bawah sadar. Inilah krusialnya masa anak-anak. Disinilah kita wajib berbaik-baik pada orang tua dan para guru. Cinta yang mereka tanamkan pada alam bawah sadar kita, sejatinya adalah menjadi faktor dominan menjadi seperti apa kita sekarang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s