Syahadat – Tentang menemukan jati diri

Dari kelima rukun Islam yang selama ini kita kenal, sepertinya berpola sebagai urutan. Dimulai dari syahadat, lalu shalat dan seterusnya.  Pola urutan ini seolah menyimbolkan tahapan kehidupan manusia. Yang mana manusia yang telah matang, mengetahui jati diri, peran diri, tujuan hidup, telah sampai pada tahapan menjadi manusia yang manusia berada pada titik memulai perjalanan syahadat. Menemukan diri, menemukan yang diluar diri, menyaksikan Yang Maha, serta berendah diri untuk menghamba lalu bersaksi ada seseorang Muhammad yang menjadi utusanNya yang kita bersepakat dan percaya pada beliau. 

Intinya adalah bahwa untuk memulai syahadat, manusia perlu berada pada level kesadaran telah menjadi manusia yang mengerti dan berhasil mengenal diri serta telah berperan sesuai kehendakNya. Karena hanya dengan mengenali diri dahululah kita baru bisa mengenal Tuhan, lalu berlanjut mengagumi, lalu menyayangi, mengasihi, mencintai, kemudian bersaksi, bersyahadat dan dari situlah baru kita bisa memasuki tahapan berikutnya yakni shalat, zakat dan sebagainya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s