Keserian Mata Pelajaran

Jika baterai dirangkai secara paralel maka akan didapat arus bertambah dengan voltase tetap. Sebaliknya jika dirangkai seri maka voltase bertambah, arusnya yang tetap. Kombinasi arus dan tegangan ini yang kita namakan daya listrik (power). Power = Voltage x Current atau Daya = Tegangan x Arus. 

Adapun fungsi dari daya ini adalah untuk menggerakan beban. Jika beban nya kecil maka arusnya hanya perlu sedikit. Jika ingin ditambahkan baterai maka rangkailah secara seri. Supaya arusnya tetap kecil dan tidak membakar beban.

Lalu apa hubungannya dengan kurikulum. Nah pada umumnya sekolah-sekolah mulai dari dasar sampai tingkat tinggi menerapkan sistem mata pelajaran paralel. Yang mana dalam satu waktu siswa diharuskan mempelajari banyak mata pelajaran sekaligus. Misalnya dalam periode satu hari saja, ada berapa mata pelajaran sewaktu SMP kita dulu? Mungkin sekitar 4-6 mata pelajaran bukan? Jika dilihat dalam periode 1 bulan, maka kira-kira ada berapa mata pelajarankah yang dipelajari? 10? 12?15? Artinya dalam sebuah periode waktu, seorang anak harus berfikir paralel sekaligus. Padahal seumuran itu belumlah cukup umur dalam menanggung beban yang simultan.

Mata pelajaran ini bisa dianalogikan seperti sebuah baterai. Yang apabila akan diajarkan pada anak haruslah pas positif negatif dan seri paralelitasnya. Positif negatif artinya kadar kedalaman materi ajar, dan seri paralel adalah penyusunan mata pelajaran berurutan atau sekaligus. 
Contoh penyusunan mata pelajaran secara seri misalnya dalam 1 bulan pertama kegiatan ajar, mata pelajarannya cukup 1 saja, namun dibuat lebih intens dan yang paling penting adalah disesuaikan dengan antusias si anak itu sendiri. 

Sementara contoh paralel, adalah penyusunan beberapa (atau banyak) mata pelajaran dalam satu waktu. Misalnya dalam satu hari ditetapkan jam pertama belajar ilmu A, jam kedua ilmu B, jam ketiga ilmu C, dst. Yang mana A,B,C dll tsb merupakan percabangan ilmu, yang tidak terkait satu sama lain. 

Bukankah akan lebih meresap pada anak apabila yg dipelajari adalah pelajaran yang diantusiasi anak itu sendiri dan secara kontinyu dipelajari sampai tingkat pemahaman yang lebih dalam, serta tidak diinterupsi oleh pelajaran-pelajaran lain yang malah menghilangkan fokus. Inilah pentingnya penyusunan mata pelajaran secara seri (bukan paralel) pada tingkat sekolah dini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s